Senin, 10 September 2012

Lanjutan Jabatan Gereja Manurut Tata aturan GMIT

Lanjutan Jabatan Gereja Menurut Tata GMIT


1.       Tugas penatua adalah
1.       Bersama dengan pendeta melaksanakan panca pelayanan.
2.       Melaksankan kunjungan rumah tangga dan pelayanan pastoral secara mandiri dan/atau bersama dengan pejabat pelayanan lainya
3.       Ikut menjaga dan memelihara keuntuhan dan persekutuan jemaat sebagai keluarga Allah
4.       Ikut melaksanakan pelaynan terhadap kelopok keterogial dan funsional
5.       Memimpin kebaktian dan pemahanan alkitabiah di rumah tangga
6.       Memimpin kebaktian orang mati.
2.       Penatua melaporkan pertanggung jawapkan kepada Tuhan dan melaporkan pelaksanaan tugasnya melalui laporan majelis jemaat kepada persidangan jemaat.
Wewenang diaken.
1.       Diaken berwenang untuk :
·         Melaksanakan pelayanan kasih, dalam dalam berbagai bentuk yaitu diakonia karikatif dan tranformasif.
·         Mengikuti persidangan jemaat dan turut mengambil keputusan.
·         Mengemban jabatan keorganisasian dalam majelis jemaat.
2.       Diaken bertugas untuk :
·         Bersama dengan pendeta melaksanakan panca pelayanan
·         Mendoakan, dan merawat anggota jemaat yang sakit.
·         Mengoganisasian pemberian bantuan bagi kaum miskin di dalam dan diluar jemaat
·         Memfasilitsi pemberdayaan ekonomi anggota jemaat
·         Berkerja sama dengan berbagai pihak didalam dan dilluar jemaat unutk menjelangaraan pendidikan formal dan informal dalam jemaat.
·         Mengoganisasikan bantuan hukum dan afokasi bagi korban kekerasan, ketidakadilan dan penindasan, serta pemberdayaan dan pedampingan hak-hak mayarakat baik yang berada didalam dan diluar jemaat.
3.       Diaken mempertanggungjawapkan pelayanan kepada Tuhan dan melaporkan pelaksanaan tugasnya melalui laporan majelis jemaat kepada persidangan jemaat.

Wewenang, Tugas, dan tanggung jawab pengajar.
1.       Pengajar berwenang untuk :
a)      Melaksanakan kegiatan pengajaran dalam jemaat.
b)      Mengikuti persidangan jemaat dan turut menganbil keputusan
c)       Mengawasi ajaran dalam jemaat.
d)      Mengemban jabatan keorganisasian dalam mejelis jemaat
2.       Pengajar bertugas untuk,
a)      Bersama-sama dengan pendeta unutk melaksanakan panca pelayanan
b)      Mengorganisasikan pelayanan pengajaran dalam jemaat.
c)       Melaksanakan pengajaran iman kristen bagi anggota sidi dan kelompok kategorial funsional.
d)      Bersama pendeta mempersiapkan dan membahas bahan-bahan peengajaran bagi anggota jemaat, terutama PAR dan katekasasi.

Rabu, 29 Agustus 2012

green living strat now

 Green living strat now
By: Esra kalle. SE

Ketidak pedulian manusia terhadap bumi  membuat mata rantai kehidupan akan terputus, saatnya kita kembali hidup selaras dengan bumi, ibu dari alam yang kita tempati ini.
                Buku Ratusan Bangsa merusak bumi yang ditulis Prof, Emil Salim memperlihatkan bumi yang terus bergerak menuju kehancuran. Gas karbon yang terus meningkat dan deforestasi tampa hati serta pencamaran air dan udara juga sampah yang menumpuk telah merusak masa depan bumi. Itu sebabnya seluruh bangsa menyerukan pencegahan dini terhadap ini.
Tanah, air, udara, merupakan zat yang ada pada bumi yang tak terpisahkan dari tubuh manusia.
Ketidakseimbangan salah satu unsur itu menjadi kita manusia sakit. Secara alamiah tubuh kita akan merasa lebih sehat jika di kelilingi oleh unsur-unsur bumi yang membentuk dirinya ini. Kesatuan kita dengan bumi adalah suatu kenyataan yang tak terelakan.
                Tubuh yang sehat akan menghasilkan pikiran jernih, pikiran yang tenang akan menghasilkan jiwa yang sehat. Pertalian yang hebat antara mind, body and soul dihasilkan dengan keharmonisan kita dengan bumi. Kesehatan bumi adalah juga kesehatan kita lahir dan batin, serta generasi sesudah kita nanti.
                Bersahabat dengan bumi adalah melakukan segala upaya untuk memelihara dan melestarikannya, sebanyak mungkin menanam pohon, manghemat pemakaian air, dan listrik, mengelolah sampah, menguranggi pengunaan bahan-bahan kimia adalah langkah sederhana yang depat kita lakukan untuk menciptakan bumi yang lebih hijau, dan kehidupan yang lebuh berkualitas.

Bagaimana dengan kita? Ya, kita harus memulainya sejak sekarang, kita dapat memuainya dengan lingkungan sekitar kita, baik di rumah, sekolah, atau pun lingkungan kantor, pencegahan dapat dilakukan dengan berbagai cara. Contohnya mananam pohon, udara yang bersih bisa diciptakan dengan sebanyak mungkin menanam pepohonan. Tidak saja di lingkungan rumah, tapi juga disekitar lingkungan rumah kita. Minimnya lahan tidak bisa lagi dibuat alasan untuk tidak memiliki tanaman dirumah karena denga pot kita bisa manikmati keindahan tumbuhan. Mengelolah sampah yang baik juga dapat kita lakukan, mambuang sampah pada tempatnya tentu sudah menjadi kabisaan kita turun temurun sampai pada anak kita, saat ini kita tidak hanya membuang, kita juga harus mamikirkan pengelolahannya. Sampah di rumah tangga dapat di daur-ulang seperti kaca, palstik, kertas, logam, tektil, dan barang elektronik bakas. Harus dipisakan pembuangan dari sampah alami, sediakan dua tempat sampah di dapur sehingga keluarga kita terbiasa sejak dari rumah untuk memisahkan sampah dan mempermudah pengelolahannya. Contoh lain lagi adalah penghematan listrik, kita tau energi listrik di Indonesia semakin menipis, bukan hal yang aneh jika kita termaksud orang yang sempat terkena giliran pemadaman listrik beberapa tahun terakhir ini. Energi listrik sebagian besar berasal dari pengelolahan batu bara yang lambat laun akan habis. Dapat kita bayangkan jika hidup tampa listrik, pasti semua segi kehidupan kan lumpuh. Cara penghematan listrih adalah mematika semua alat yang memerlukan listrik yang tidak terpakai, listrik statis akan membuang energi yang sia-sia. Kedua,  carilah alat rumah tangga yang menyediakan teknologi menghemat listrik. Dan harganya pun mungkin lebih mahal, namun kita sendirinyang akan merasakan manfaatnya sebab tagihan listrik akan berkuran dratis. Dan lagi pula, tentunya tak apa sedikit berkorban untuk kehidupan yang sehat untuk anak-anak kita  nanti.

                Mendukung Kupang Green dan  Clean 2012 yang di prakasai oleh koran Timex juga sangat bermanfaat bagi masyarakat banyak kususnya warga kota Kupang. Saya  berharap apa yang di tuliskan menjadi ispirasi bagi kita untuk berbuat sesuatu bagi bumi dan masa depannya, saya percaya, jika semua memiliki kesadaran dan langkah yang sama , masa depan bumi akan jauh labih baik.







Rabu, 22 Agustus 2012

Jabatan Gereja Menurut tata aturan GMIT


Jabatan Gereja
Menurut Tata aturan GMIT
                                                                                      Oleh Esra kalle.SE
Dalam peraturan pokok GMIT tentang jabatan dan kekaryawan Bab I, pasal 1 ayat 1 menjelaskan bahwa hakikat jabatan gereja adalah salah satu wujud pemberian kristus melalui gereja kepada mereka yang terpilih dari antara anggota sidi untuk menjalangkan funsi khusus dalam melengkapi anggota jemaat bagi pelaksanaan amanat kerasulan gereja. Jabatan gereja dimaksudkan untuk pembangunan jemaat yaitu memperlengkapi anggota jemaat bagi pekerja pelayanan dalam gereja dan masyarakat ( pasal 2 ayat 2) tujuannya untuk mewujud-nyatakan kepemimpinan kristus dalam gereja dan masyarakat. GMIT sebagai organisasi yang berperan terhadap tradisi calvinis tentu berpegang pada asumsi teologis bahwa jabatan dalam gereja lain sekali dari jabatan dalam masyarakat. Ia bukan derajat, ia bukan pangkat. Ia adalah nama yang dipakai untuk menyebut anggota2 jemaat yang mendapat tugas untuk melanyani dalam jemaat.
Hakekat jabatan
Penetapan dan penggangkatan jabatan2 pelayanan dalam gereja adalah pemberian kristus (Efesus 4:11,12). Jabatan itu bersumber dari jabatan Kristus sendiri sebagai Raja, Iman, Nabi. Dengan demikian jabatan memiliki funsi pemerintah, keimamatan dan kenabian. Atas dasar itu maka GMIT mengangkat dan menetakan anggota yang terpanggil dalam jabatan2 gerejawi. Jaban itu terdiri atas jabatan pelayanan yaitu pendeta,penggajar penatua diaken, serta jabatan keorganisasian yaitu kemajelisan dan badan pelayanan lainnya. Jabatan pelayanan diadakan berdasarkan Akitab dalam rangka palayanan, sedangkan jabatan keorganisasian dikembangkan menurut prinsip2 kelembangaan gereja (kemajelisan). Jabatan pelayanan diterima melalui ibadah penabisan yaitu dengan menumpang tangan. Sedangkan jabatan keorganisasian mendahului pelayanannya dalam suatu perhadapan. Dalam tugas para pejabat ini meneladani Sang Kristus Sang gembala dan Diakons yang memberi bahkan mengorbangkan diri hingga meti tersalib demi kesalamatan dunia dan manusia (Yoh. 10:14) para pejabat gerejawimendasarkan pelayanan mereka pada firman dan sakramenselain itu mereaka dilengkapi dengan peralatan organisatoris seperti tata gereja untuk memfasilitasi terraktualisasi potensi dalam melahirkan tanda2 kerajaan Allahseperti disebutkan diatas.
Jabatan pendeta merupakan jabatab seumur hidup sedakan jabatan penatua, diaken dan penggajar merupakan jabatan periodik. Khusus mengenai jabatan penggajar kedudukannya setara dengan penatua dan diaken. Mereka dipilih dalam jemaat sama halnya dengan penatua dan diaken, para pengajar bertanggung jawab untuk tugas pengajaran( pelayana anak, remaja, katekasasi,dll) secaraterrencana dan sistimatik dalam jemaat. Untuk itu para penggajar, sebagaimana halnya penatua dan diaken, perlu dilengkapi dengan baik untuk tugas mereka dalam jemaat.
Kemajelisan dalam gereja merupakan tanggung jawab keorganisasian unutk duduk bersama, mengatur dan mengelola pelayanan, mereka mejalangkan kepmimipinan dalam jemat para pejabat itu setara, yang berbeda adalah funsi. Jabatan tersebut merupakan jabatan pelayanan, bukan status dan pangkat.
Salah satu tugas hakiki dari pejabat gereja adalah mengembalakan jemaat Tuhan. Pengembalaan adalah pelayanan konseling yang dibuat oleh para gembala jemaat terhadap warga. Pelayana pastorar dalam jemaat ini meliputi mendengarkan secara sungguh-sunguh , mendukung mendorong. Dan menjadi sahabat. Istilah ini jjuga dimaksudkan unutk menyebut pelayanan yang dibuat secara lebih luas dalam gereja dan masyarakat.
Sebagaimana kristus menantang paulus untuk mewujutkan kasihnya pada Kristus dengan melaksanakan tugas dan pengembalaanya terhadap domba 2 miliknya, maka tugas pastoral adalah tanggung jawab mendasar dari para pejabat gereja ( Yoh. 21:15-17). Para pejaba gereja, baik itu pejabat pelayanan maupun pejabat keorganisasian memiliki tanggung jawab khusus untuk melindungi , menguatkan yang lemah, mendorong, menyegarkan, menghibur, dan memimpin jemaat dengan teladan dalam kekudusan (mazmur 78. 52;23). Tersengara dan berfunsi tugas pastoral Yang baik dalam gereja pada gilirannya akan menjadikan anggota gereja sebagai umat yang juga siap untuk peran pengembalaan di tenggah dunia dan masyarakat.(Yoh. 14-14-16)
Wawenang, tugas dan tangung jawab pejabat pelayanan serta wewenang dan tanggung jawab pendeta.
1.       Pendeta berwenang untuk
a)      Melayani firman Allah dan sakramen.
b)      Mengembalakan umat dan melaksanakan perkunjungan rumah tangga
c)       Melayani peneguhan sidi dan pemberkatan nikah.
d)      Menabiskan pejabat gereja.
e)      Memperhadapkan pejabat gereja.
f)       Menjadi ketua majelis jemaat
g)      Memakamkan orang mati.
2.       Tugas pendeta adalah melaksanakan panca pelayanan GMIT
3.       Pendeta mempertanggung jawabkan pelayanan kepada Tuhan melalui Majelis Jemaat lingkup dimana yang bersangkutan melatani.

1.    Wewenang dan tugas penatua.
a)      Melaksanaan pemberitaan firman Allah
b)      Melaksanakan penilikan dan penilaian terhadap pemberitaan
c)       Menegakkan disiplin hidup, disiplin ajaran dan disiplin keorgansasian dalan jemaat
d)      Menegakkan disiplin hidup, displin ajaran dan disiplin keoganisasian dalam jemaat
e)      Memimpin kehidupan persekutuandan pelayanan dalam jemaat.

2.       Tugas penatua adalah
1.       Bersama dengan pendeta melaksanakan panca pelayanan.
2.       Melaksankan kunjungan rumah tangga dan pelayanan pastoral secara mandiri dan/atau bersama dengan pejabat pelayanan lainya
3.       Ikut menjaga dan memelihara keuntuhan dan persekutuan jemaat sebagai keluarga Allah
4.       Ikut melaksanakan pelaynan terhadap kelopok keterogial dan funsional
5.       Memimpin kebaktian dan pemahanan alkitabiah di rumah tangga
6.       Memimpin kebaktian orang mati.
3.       Penatua melaporkan pertanggung jawapkan kepada Tuhan dan melaporkan pelaksanaan tugasnya melalui laporan majelis jemaat kepada persidangan jemaat.