1.Bersama dengan pendeta
melaksanakan panca pelayanan.
2.Melaksankan kunjungan rumah tangga
dan pelayanan pastoral secara mandiri dan/atau bersama dengan pejabat pelayanan
lainya
3.Ikut menjaga dan memelihara
keuntuhan dan persekutuan jemaat sebagai keluarga Allah
4.Ikut melaksanakan pelaynan
terhadap kelopok keterogial dan funsional
5.Memimpin kebaktian dan pemahanan
alkitabiah di rumah tangga
6.Memimpin kebaktian orang mati.
2.Penatua melaporkan pertanggung
jawapkan kepada Tuhan dan melaporkan pelaksanaan tugasnya melalui laporan
majelis jemaat kepada persidangan jemaat.
Wewenang diaken.
1.Diaken berwenang untuk :
·Melaksanakan pelayanan kasih,
dalam dalam berbagai bentuk yaitu
diakonia karikatif dan tranformasif.
·Mengikuti
persidangan jemaat dan turut mengambil keputusan.
·Mengemban
jabatan keorganisasian dalam majelis jemaat.
2.Diaken
bertugas untuk :
·Bersama
dengan pendeta melaksanakan panca pelayanan
·Mendoakan,
dan merawat anggota jemaat yang sakit.
·Mengoganisasian
pemberian bantuan bagi kaum miskin di dalam dan diluar jemaat
·Memfasilitsi
pemberdayaan ekonomi anggota jemaat
·Berkerja
sama dengan berbagai pihak didalam dan dilluar jemaat unutk menjelangaraan
pendidikan formal dan informal dalam jemaat.
·Mengoganisasikan
bantuan hukum dan afokasi bagi korban kekerasan, ketidakadilan dan penindasan,
serta pemberdayaan dan pedampingan hak-hak mayarakat baik yang berada didalam
dan diluar jemaat.
3.Diaken
mempertanggungjawapkan pelayanan kepada Tuhan dan melaporkan pelaksanaan
tugasnya melalui laporan majelis jemaat kepada persidangan jemaat.
Wewenang, Tugas, dan
tanggung jawab pengajar.
1.Pengajar
berwenang untuk :
a)Melaksanakan
kegiatan pengajaran dalam jemaat.
b)Mengikuti
persidangan jemaat dan turut menganbil keputusan
c)Mengawasi
ajaran dalam jemaat.
d)Mengemban
jabatan keorganisasian dalam mejelis jemaat
2.Pengajar
bertugas untuk,
a)Bersama-sama
dengan pendeta unutk melaksanakan panca pelayanan
b)Mengorganisasikan
pelayanan pengajaran dalam jemaat.
c)Melaksanakan
pengajaran iman kristen bagi anggota sidi dan kelompok kategorial funsional.
d)Bersama
pendeta mempersiapkan dan membahas bahan-bahan peengajaran bagi anggota jemaat,
terutama PAR dan katekasasi.
Ketidak pedulian manusia terhadap bumimembuat mata rantai kehidupan akan terputus, saatnya kita kembali hidup
selaras dengan bumi, ibu dari alam yang kita tempati ini.
Buku Ratusan Bangsa
merusak bumi yang ditulis Prof, Emil Salim memperlihatkan bumi yang terus
bergerak menuju kehancuran. Gas karbon yang terus meningkat dan deforestasi
tampa hati serta pencamaran air dan udara juga sampah yang menumpuk telah
merusak masa depan bumi. Itu sebabnya seluruh bangsa menyerukan pencegahan dini
terhadap ini.
Tanah, air, udara, merupakan zat yang ada pada
bumi yang tak terpisahkan dari tubuh manusia.
Ketidakseimbangan salah satu unsur itu menjadi kita manusia sakit.
Secara alamiah tubuh kita akan merasa lebih sehat jika di kelilingi oleh
unsur-unsur bumi yang membentuk dirinya ini. Kesatuan kita dengan bumi adalah
suatu kenyataan yang tak terelakan.
Tubuh yang sehat
akan menghasilkan pikiran jernih, pikiran yang tenang akan menghasilkan jiwa
yang sehat. Pertalian yang hebat antara mind,
body and soul dihasilkan dengan keharmonisan kita dengan bumi. Kesehatan
bumi adalah juga kesehatan kita lahir dan batin, serta generasi sesudah kita
nanti.
Bersahabat dengan
bumi adalah melakukan segala upaya untuk memelihara dan melestarikannya,
sebanyak mungkin menanam pohon, manghemat pemakaian air, dan listrik,
mengelolah sampah, menguranggi pengunaan bahan-bahan kimia adalah langkah
sederhana yang depat kita lakukan untuk menciptakan bumi yang lebih hijau, dan
kehidupan yang lebuh berkualitas.
Bagaimana dengan kita? Ya, kita harus
memulainya sejak sekarang, kita dapat memuainya dengan lingkungan sekitar kita,
baik di rumah, sekolah, atau pun lingkungan kantor, pencegahan dapat dilakukan
dengan berbagai cara. Contohnya mananam pohon, udara yang bersih bisa
diciptakan dengan sebanyak mungkin menanam pepohonan. Tidak saja di lingkungan
rumah, tapi juga disekitar lingkungan rumah kita. Minimnya lahan tidak bisa
lagi dibuat alasan untuk tidak memiliki tanaman dirumah karena denga pot kita
bisa manikmati keindahan tumbuhan. Mengelolah sampah yang baik juga dapat kita
lakukan, mambuang sampah pada tempatnya tentu sudah menjadi kabisaan kita turun
temurun sampai pada anak kita, saat ini kita tidak hanya membuang, kita juga
harus mamikirkan pengelolahannya. Sampah di rumah tangga dapat di daur-ulang
seperti kaca, palstik, kertas, logam, tektil, dan barang elektronik bakas.
Harus dipisakan pembuangan dari sampah alami, sediakan dua tempat sampah di
dapur sehingga keluarga kita terbiasa sejak dari rumah untuk memisahkan sampah
dan mempermudah pengelolahannya. Contoh lain lagi adalah penghematan listrik,
kita tau energi listrik di Indonesia semakin menipis, bukan hal yang aneh jika
kita termaksud orang yang sempat terkena giliran pemadaman listrik beberapa
tahun terakhir ini. Energi listrik sebagian besar berasal dari pengelolahan
batu bara yang lambat laun akan habis. Dapat kita bayangkan jika hidup tampa
listrik, pasti semua segi kehidupan kan lumpuh. Cara penghematan listrih adalah
mematika semua alat yang memerlukan listrik yang tidak terpakai, listrik statis
akan membuang energi yang sia-sia. Kedua,carilah alat rumah tangga yang menyediakan teknologi menghemat listrik.
Dan harganya pun mungkin lebih mahal, namun kita sendirinyang akan merasakan
manfaatnya sebab tagihan listrik akan berkuran dratis. Dan lagi pula, tentunya
tak apa sedikit berkorban untuk kehidupan yang sehat untuk anak-anak kitananti.
Mendukung Kupang
Green danClean 2012 yang di prakasai
oleh koran Timex juga sangat bermanfaat bagi masyarakat banyak kususnya warga
kota Kupang. Saya berharap apa yang di
tuliskan menjadi ispirasi bagi kita untuk berbuat sesuatu bagi bumi dan masa
depannya, saya percaya, jika semua memiliki kesadaran dan langkah yang sama ,
masa depan bumi akan jauh labih baik.
Dalam peraturan pokok GMIT tentang jabatan dan
kekaryawan Bab I, pasal 1 ayat 1 menjelaskan bahwa hakikat jabatan gereja
adalah salah satu wujud pemberian kristus melalui gereja kepada mereka yang
terpilih dari antara anggota sidi untuk menjalangkan funsi khusus dalam melengkapi anggota jemaat bagi
pelaksanaan amanat kerasulan gereja. Jabatan gereja dimaksudkan untuk
pembangunan jemaat yaitu memperlengkapi anggota jemaat bagi pekerja pelayanan
dalam gereja dan masyarakat ( pasal 2 ayat 2) tujuannya untuk mewujud-nyatakan
kepemimpinan kristus dalam gereja dan masyarakat. GMIT sebagai organisasi yang
berperan terhadap tradisi calvinis tentu berpegang pada asumsi teologis bahwa
jabatan dalam gereja lain sekali dari jabatan dalam masyarakat. Ia bukan
derajat, ia bukan pangkat. Ia adalah nama yang dipakai untuk menyebut anggota2 jemaat yang mendapat tugas untuk melanyani dalam jemaat.
Hakekat
jabatan
Penetapan dan penggangkatan jabatan2 pelayanan
dalam gereja adalah pemberian kristus (Efesus 4:11,12). Jabatan itu bersumber
dari jabatan Kristus sendiri sebagai Raja, Iman, Nabi. Dengan demikian jabatan memiliki funsi
pemerintah, keimamatan dan kenabian. Atas dasar itu maka GMIT mengangkat dan
menetakan anggota yang terpanggil dalam jabatan2 gerejawi. Jaban itu terdiri
atas jabatan pelayanan yaitu
pendeta,penggajar penatua diaken, serta jabatan keorganisasian yaitu
kemajelisan dan badan pelayanan lainnya. Jabatan pelayanan diadakan berdasarkan
Akitab dalam rangka palayanan, sedangkan jabatan keorganisasian dikembangkan
menurut prinsip2 kelembangaan gereja (kemajelisan). Jabatan pelayanan diterima
melalui ibadah penabisan yaitu dengan menumpang tangan. Sedangkan jabatan
keorganisasian mendahului pelayanannya dalam suatu perhadapan. Dalam tugas para
pejabat ini meneladani Sang Kristus Sang gembala dan Diakons yang memberi
bahkan mengorbangkan diri hingga meti tersalib demi kesalamatan dunia dan
manusia (Yoh. 10:14) para pejabat gerejawimendasarkan pelayanan mereka pada
firman dan sakramenselain itu mereaka dilengkapi dengan peralatan organisatoris
seperti tata gereja untuk memfasilitasi terraktualisasi potensi dalam
melahirkan tanda2 kerajaan Allahseperti disebutkan diatas.
Jabatan pendeta merupakan jabatab seumur hidup
sedakan jabatan penatua, diaken dan penggajar merupakan jabatan periodik.
Khusus mengenai jabatan penggajar kedudukannya setara dengan penatua dan
diaken. Mereka dipilih dalam jemaat sama halnya dengan penatua dan diaken, para
pengajar bertanggung jawab untuk tugas pengajaran( pelayana anak, remaja, katekasasi,dll)
secaraterrencana dan sistimatik dalam jemaat. Untuk itu para penggajar,
sebagaimana halnya penatua dan diaken, perlu dilengkapi dengan baik untuk tugas
mereka dalam jemaat.
Kemajelisan dalam gereja merupakan tanggung
jawab keorganisasian unutk duduk bersama, mengatur dan mengelola pelayanan,
mereka mejalangkan kepmimipinan dalam jemat para pejabat itu setara, yang
berbeda adalah funsi. Jabatan tersebut merupakan jabatan pelayanan, bukan
status dan pangkat.
Salah satu tugas hakiki dari pejabat gereja
adalah mengembalakan jemaat Tuhan. Pengembalaan adalah pelayanan konseling yang
dibuat oleh para gembala jemaat terhadap warga. Pelayana pastorar dalam jemaat
ini meliputi mendengarkan secara sungguh-sunguh , mendukung mendorong. Dan
menjadi sahabat. Istilah ini jjuga dimaksudkan unutk menyebut pelayanan yang
dibuat secara lebih luas dalam gereja dan masyarakat.
Sebagaimana kristus menantang paulus untuk mewujutkan kasihnya
pada Kristus dengan melaksanakan tugas dan pengembalaanya terhadap domba 2 miliknya,
maka tugas pastoral adalah tanggung jawab mendasar dari para pejabat gereja ( Yoh. 21:15-17).
Para pejaba gereja, baik itu pejabat pelayanan maupun pejabat keorganisasian memiliki tanggung
jawab khusus untuk melindungi , menguatkan yang lemah, mendorong, menyegarkan,
menghibur, dan memimpin jemaat dengan teladan dalam kekudusan (mazmur 78. 52;23). Tersengara dan berfunsi
tugas pastoral Yang baik dalam gereja pada gilirannya akan menjadikan anggota gereja sebagai
umat yang juga siap untuk peran pengembalaan di tenggah dunia dan masyarakat.(Yoh.
14-14-16)
Wawenang, tugas dan
tangung jawab pejabat pelayanan serta wewenang dan tanggung jawab pendeta.
1.Pendeta
berwenang untuk
a)Melayani
firman Allah dan sakramen.
b)Mengembalakan
umat dan melaksanakan perkunjungan rumah tangga
c)Melayani
peneguhan sidi dan pemberkatan nikah.
d)Menabiskan
pejabat gereja.
e)Memperhadapkan
pejabat gereja.
f)Menjadi
ketua majelis jemaat
g)Memakamkan
orang mati.
2.Tugas
pendeta adalah melaksanakan panca pelayanan GMIT
3.Pendeta
mempertanggung jawabkan pelayanan kepada Tuhan melalui Majelis Jemaat lingkup
dimana yang bersangkutan melatani.
1.Wewenang
dan tugas penatua.
a)Melaksanaan
pemberitaan firman Allah
b)Melaksanakan
penilikan dan penilaian terhadap pemberitaan
c)Menegakkan
disiplin hidup, disiplin ajaran dan disiplin keorgansasian dalan jemaat
d)Menegakkan
disiplin hidup, displin ajaran dan disiplin keoganisasian dalam jemaat
e)Memimpin
kehidupan persekutuandan pelayanan dalam jemaat.
2.Tugas
penatua adalah
1.Bersama
dengan pendeta melaksanakan panca pelayanan.
2.Melaksankan
kunjungan rumah tangga dan pelayanan pastoral secara mandiri dan/atau bersama
dengan pejabat pelayanan lainya
3.Ikut
menjaga dan memelihara keuntuhan dan persekutuan jemaat sebagai keluarga Allah
4.Ikut
melaksanakan pelaynan terhadap kelopok keterogial dan funsional
5.Memimpin
kebaktian dan pemahanan alkitabiah di rumah tangga
6.Memimpin
kebaktian orang mati.
3.Penatua
melaporkan pertanggung jawapkan kepada Tuhan dan melaporkan pelaksanaan
tugasnya melalui laporan majelis jemaat kepada persidangan jemaat.